Rabu, 16 Juli 2014

Forum Peningkatan Kinerja Divisi Bisnis Ritel dan Menengah 2014

Yups.. udah lama sih ini gtak posting lagi di Blog. Terakhir mungkin masih dengan status sebagai seorang Account Officer yang ada di salah satu kota kecil yang ada di Jawa Timur. Nah sekarang udah beda nih ceritanya. Udah balik lagi jadi anak kota (cieeee..). Di bulan Februari 2014, tepatnya tanggal 10 Februari 2014 datanglah si surat sakti (SK Mutasi). Hanya bisa berucap alhamdulillah akhrinya kembali ke kota asal, walaupun akan berhadapan dengan kemacetan kota Jakarta ini.

Lanjut, saat ini gw berada di unit kerja baru, tepatnya di Divisi Bisnis Ritel dan Menengah yang gedungnya sementara ada di Landmark Building tower B. 4 bulan berselang, uker ini akhirnya mengadakan acara rutin tahunan untuk kebersamaan uker yang biasanya disebut Forum Peningkatan Kinerja. Nah untuk tahun ini, lokasi pelaksanaan FPK sendiri ada di Tanjung Lesung, Banten, Jawa Barat. Acara FPK ini sendiri diadakan tanggal 14-15 Juni'14 dengan iring-iringan 2 bis white horse.

Pemberangkatan menuju lokasi dimulai pukul 08.00 WIB. Selama kurang lebih 4,5 jam perjalanan, akhirnya sampailah kita di gerbang hotel tempat kita akan menginap, yeaaahhh. Di depan hotel, kita semua disambut dengan petugas hotel yang sudah berdandan ala Hawaian (pas banget dengan tema FPK 2014 ini). Si petugas akhirnya meminta kita semua untuk mengikuti gerakannya dengan melakukan tarian yang mungkin agak aneh ya (menurut gw sih... :p)

Petugas Hotel yang bergaya Hawaian
Peserta FPK yang ikut2in gerakan petugas hotel

Setelah tarian-tarian yang weird itu, akhirnya kita semua menuju kamar hotel masing-masing. Melihat landscape dari penginapan, lumayan lah untuk refreshing menghilangkan sedikit beban pekerjaan yang mengharuskan pekerja untuk pulang malam hampir tiap hari (curhat.. hahaha). Sekitar pukul 15.00 WIB kita semua dikumpulkan di ruang lapang, tepatnya lapangan sih. Semuanya berkumpul untuk melaksanakan kegiatan games. yuhuuu. Games yang dimainkan sendiri terdiri dari 4 game di darat dan 3 game di air.




Sslah satu game air
Say cheeseeeeee......

Divisi BRM in action

Selesai games untuk kebersamaan, semua peserta kembali ke kamar masing-masing untuk beres-beres dan mempersiapkan acara di malam hari. Pukul 19.00 WIB, semua peserta menuju tempat makan untuk makan malam. Di sini pihak hotel benar-benar memanjakan pelanggannya dengan menampilkan atraksi Fire Dancing yang mana pelakunya adalah para pekerja hotel itu sendiri (woww.. multitalented banget lah ini...).


Selesai pertunjukan dari si Fire Dancer, acara dilanjutkan dengan pembacaan award, pemaparan sedikit kinerja, tukar-menukar kado, dan yang paling menghebohkan adalah perform dari masing-masing bagian yang ada di Divisi BRM ini. Hmmm.. untuk bagian gw sendiri kayaknya sama dengan 2 bagian lain yang memiliki nasib sama. Bagian pembinaan!!! hahaha. Akhirnya kita perform bareng karena merasa senasib dan sepenanggungan. Dengan banyaknya anggota yang tampil, akhirnya perform menjadi ramai dan tentunya berantakan. Hahahaha... maklum hasil latihannya kurang maksimal lah. Dengan berkostum ala-ala pengunjung pantai yang dikalungin bunga, menarilah kita bersama dalam satu tim "PEMBINAAN" yeeaaahhh... walaupun akhirnya gak menang, tapi bersyukurlah bisa tampil gila-gilaan barenga kalian semua.. A moments that going to be footprints in my way..

Bagian Pembinaan Div BRM

Pembinaan Bisnis I

Pembinaan Bisnis II

Pembinaan Bisnis III


Jumat, 24 Januari 2014

The Jleger.. BRI KC Tulungagung Boyband..

HUT BRI yang ke - 117, merupakan salah satu momen yang paling berkesan di antara beberapa acara HUT BRI yang pernah gw ikuti. Kenapa? karena ini adalah kali pertama gw ikut acara HUT sebagai pegawai tetap BRI, penempatan kantor cabang Tulungagung. Tahun ini, HUT menggelar acara yang dinamakan "BRI Mencari Bakat" dengan peserta adalah perwakilan dari bagian yang ada di kantor cabang dan beberapa unit kerja mikro. Gw sebagai bagian marketing, mendapat kesempatan untuk berkontribusi dalam acara ini. Sebelumnya, kita tim marketing mengadakan sedikit rapat kecil untuk menentukan penampilan dari tim marketing ini. Akhirnya setelah berembug cukup singkat (gak pake lama lah ya..), kita setuju untuk menampilkan Boyband. What? Boyband???!! itu berarti gw harus bisa nyanyi + nari jadi satu. Fiuh.. Waktu cuma tinggal 2 minggu menuju acara. Apakah cukup bisa tampil maksimal di tengah-tengah waktu kerja marketing yang selalu dikejar-kejar target?

Akhirnya, kami pun sepakat untuk menyempatkan diri di sela-sela waktu kerja untuk melakukan latihan, terutama latihan dance. Untuk bekal latihan, kita (anggota Boyband) dicarikan pelatih oleh para cewek-cewek marketing untuk latihan dance. Latihan pun dimulai dan dilaksanakn setiap harinya. Setelah jam pulang kantor, segera kita menuju basecamp (rumah salah satu AO) untuk melaksanakan latihan. 1 minggu pun berlalu, sepertinya latihan kita cukup membuahkan hasil. Kita semua sudah cukup bisa menghafal seluruh gerakan yang diajarkan oleh sang pelatih. Oh iya, lagu yang akan dibawakan ada 3 dan itu semua diremix jadi 1. Lagu pertama adalah lagu yang sedang hits saat itu, Bonama oleh Super junior, Kau oleh T-Five, sama satu lagi, lupa pokoknya boyband Indonesia.

H-1 menjelang acara, kita semua sibuk latihan dan menyiapkan kostum. Dan tidak lupa untuk menyiapkan banner untuk tim pendukung kita. Nama Boyband pun kemudian mulai dicarikan. Entah kenapa tiba-tiba muncul nama "The Jleger". Gak tau apa maksudnya, tapi dengan nama tersebut diharapkan bisa menjleger penampilan kita menjadi yang terbaik. Aminnn..

Hari H pun telah tiba, pagi hari gw bangun dan mempersiapkan diri untuk menuju basecamp. Sesampainya di basecamp, segera kita semua bertemu dengan make up artis yang ternyata sudah disiapkan oleh rekan marketing khusus wanita. Akhirnya setelah 1 jam dimakeup, kita semua segera berangkat menuju kantor cabang untuk melaksanakan performance kami. Oke dapat urutan ke-3. Lumayan lah biar segera mengakhiri make up yang lama-lama bikin malu ini. Hahaha. Setelah tampil selama lebih kurang 10 menit, akhirnya selesailah penampilan dari The Jleger yang diakhiri dengan tepuk tangan penonton. Semua peserta pun telah tampil. Dan alhamdulillah akhirnya The Jleger ditetapkan sebagai pemenang. Finally.... walaupun mendapat hadiah yang nilainya < budget yang dikeluarkan, setidaknya kebersamaan yang kita dapat. :D

Setelah dapet hadiah juara 1

Tampang abis dimake up

The Jleger Vs Miss CS

Boleh lah ya mangkal bentar abis dandan


Gini nih kalau lagi dimakeup, diam membatu

Senin, 04 November 2013

Do you ever feel?

Semalem baru saja melihat sebut tweet yang mungkin berisi suatu pesan yang pernah gw alami. Isi tweet nya itu "Sometimes you just have to accept the fact that some people only enter your life as a temporary happiness"  yang kalau bisa diartikan "Kadang kita harus menerima kenyataan bahwa beberapa orang yang hadir dalam hidup ini merupakan kebahagiaan sesaat". haha, hayo siapa aja nih yang pernah merasakan hal ini? Gw!!! Yak, gw emang pernah merasakan hal ini. Mungkin bisa dikatakan ini udah biasa terjadi.

Hmm.. Mungkin salah satu contohnya, ketika kita memiliki suatu hobi yang hanya beberapa orang yang bisa merasakannya. Kemudian kita bertemu dengan seseorang yang memiliki hobi yang sama itu. Akhirnya kita pun menjadi dekat karena hobi tersebut. Perlu ditegaskan ya, dekat karena memiliki hobi yang sama, tidak kurang dan tidak lebih. Maka untuk mendapatkan kesenangan dari hobi tersebut, kadang kita bergantung kepada orang itu. Untuk melaksanakan hobi itu kita harus bersama dengannya. Semakin sering menjalankan aktivitas itu semakin senang pula kita dengan kehadiran orang itu.


Namun, dalam suatu fase pasti ada titik klimaks dan pada akhirnya menjadi titik anti klimaks. Saat-saat senang yang kita rasakan dengannya bisa jadi menjadi suatu hal yang membosankan bila terus bersama-sama. Bagi gw sendiri, mungkin gw sudah merasa bosan dengan hal itu, sudah mengetahui bagaimana orang tersebut menjalankan aktivitas hobi itu. Ya, yang kemudian muncul lah keinginan untuk mencari rekanan baru yang bisa lebih menyenangkan dari sebelumnya. Ya, mungkin itu sekilas komentar gw tentang salah satu tweet di atas.


Kalau dipikir - pikir lagi, isi tweet tersebut kok cocok banget ya buat para PHP-ers. Oke banget maknanya. Orang - orang yang hadir di kehidupan lo cuma bisa jadi kesenangan lo sesaat. Tanpa ada hubungan spesial, bisa aja kan setelah lo merasa bosan, lo bisa cari yang lain yang lebih baik dan bisa lebih menyenangkan dari sebelumnya.




Tapi, ini juga bisa terjadi lho buat para korban PHP. Bagi dia yang jarang banget dideketin pastinya dong yah bakal seneng kalo ada orang yang dikaguminya dekat dengannya. PHP-ers tersebut datang membawa kesenangan untuknya. Si korban yang gak tau apa-apa ya merasa senang - senang aja sih. Tapi setelah beberapa lama waktu berjalan, mungkin si korban juga akan merasa jenuh. Bisa juga mengharap kepastian gimana hubungan ini selanjutnya. Ya, terima kenyataan aja sih ya kalo si PHP-ers yang datang tadi cuma sebatas kesenangan sementara.


Sabtu, 02 November 2013

Solve it!

Ada 5 Buah rumah yang memiliki warna berbeda-beda, di setiap rumah tinggal 1 orang pria berkebangsaan tertentu. Masing-masing menyukai jenis minuman tertentu, masing-masing menghisap rokok dengan merek tertentu, masing-masing memelihara jenis binatang tertentu.
Tidak ada satu orangpun diantara mereka yang berkebangsaan sama, menyukai minuman sama, menghisap rokok yang sama ataupun memelihara binatang yang sama.



Pertanyaan-nya: Siapakah diantara mereka ber-5 yang MEMELIHARA binatang ikan ???

clue :
1. Orang Inggris tinggal di dalam rumah berwarna merah .
2. Orang Swedia memelihara anjing .

3. Orang Denmark senang minum Teh .

4. Rumah berwarna hijau terletak tepat disebelah kiri rumah berwarna putih .

5. Penghuni rumah berwarna hijau senang minum kopi .

6. Orang yang merokok PallMall memelihara burung .

7. Penhuni rumah yang terletak di tengah-tengah senang minum susu .

8. Penghuni rumah berwarna kuning merokok Dunhill .

9. Orang Norwegia tinggal di rumah pertama .

10. Orang yang merokok marlboro tinggal disebelah orang yang memelihara kucing .

11. Orang yang merokok winfield senang minum bir .

12. Orang yang memelihara kuda tinggal disebelah orang yang merokok dunhill

13. Disebelah rumah berwarna biru tinggal orang norwegia .

14. Orang Jerman merokok Rothmans .

15. Orang yang merokok marlboro tinggal disebelah orang yang meminum air

Minggu, 23 Juni 2013

Jaman Anak - Anak (Ep. Mainan)

Sebagai seorang anak yang dilahirkan pada tahun 1989, tentunya gw menikmati indahnya dunia di tahun 90-an. Sekarang, gw mau sedikit share tentang permainan yang pernah gw lakukan saat masih anak-anak. Mungkin kalian-kalian yang lahir di tahun 90-an pernah juga melakukan permainan-permainan berikut ini.

1. Permainan Bola Bekel


 Permainan ini biasanya sih yang maini anak perempuan, tapi gak menutup kemungkinan anak laki-laki juga bisa mainan ini. Bola bekel, merupakan permainan yang terdiri dari 6 buah biji yang terbuat dari tembaga. Bentuknya kayak ayunan gitu sih (menurut gw). Cara maininnya, bola dilempar dan kemudian biji tersebut diambil satu persatu, dua per dua, sampai enam-enamnya diambil secara bersamaan. Ada 5 level yang harus dijalankan, yaitu standar, pit, roh, chin, pheng (halah, masih apal aja nama-namanya). Nanti setelah sampai level terakhir, kita harus melakukan tantangan untuk lulus, entahlah apa itu nama istilahnya. Permainan ini bisa dilakukan sendiri atau berpasangan. Tapi ya kalo sendiri gak seru amat ya, gak ada gregetnya. Kadang juga permainan ini dilakukan dalam kelompok, ada yang jadi raja dan anak buah. Kalo anak buahnya mati, si raja harus bisa menghidupkannya lagi. Bahkan dulu sempet ada kebiasaan unik tentang si bola bekel ini. Katanya biar bola bekelnya membesar dan jadi nyaman digunakan, si bola harus direndam ke dalam minyak tanah. Alhasil, gw yang kepingin membuktikan pun merendam bola bekel selama 1 minggu. Hasilnya? Bola bekel membesar dan udah mulai muncul retakan. Damnnn.

2. Permainan Kelereng


 Nah, kalo yang ini biasanya yang mainin anak laki-laki.  Permainan yang membutuhkan alat kecil berupa bola kecil yang terbuat dari kaca ini biasanya disentil-sentil. Cara permainannya, dibuat garis memanjang. Kemudian kelereng dilempar ke garis tersebut. Kelereng yang paling dekat dengan garis bisa melanjutkan permainan duluan, yaitu menyentil kelereng hingga mengenai kelereng lawan. Apabila kelereng lawan terkena, maka kelereng tersebut bisa menjadi hak milik orang yang menyentil kelereng. Dulu sih sempet main kelereng curang, dan ujung-ujungnya malah berantem deh :p

3. Permainan Biji Karet


Permainan ini membutuhkan alat berupa biji karet. Biasanya biji karet ini dibeli di abang-abang depan SD. Harganya kalo gak salah dulu Rp 25,- atau kadang si abang ngasih promo Rp 100,- dapet 5. Haha. Cara permainannya, si biji karet ini ditumpuk, kemudian pemilik biji karet yang ada ditumpukan atas, akan memukul biji karetnya dengan tujuan  menghancurkan si biji karet yang di bawahnya. Kalau biji karet yang ada di bawahnya hancur, dialah pemenangnya. Kadang ada beberapa anak yang melakukan kecurangan dalam permainan ini. Dia mengisi bagian dalam biji karet dengan semen, sehingga biji karetnya jadi keras. Ada juga yang menggunkana biji salak yang dicat seperti biji karet (niat banget kalo yang ini)

4. Permainan Layangan


Permainan ini membutuhkan tempat yang lapang. Biasanya dimainkan di lapangan, atau bahkan ada juga yang mainan di atap rumah (biar anginnya gede). Cara permainan ini adalah dengan menerbangkan si layangan. Kadang saat layangan sudah mengudara, ada aja orang yang iseng memutus tali layangan dengan cara mendekatkan layangannya ke layangan milik kita. Benang yang digunakan dalam permainan layangan ada 3 jenis, yaitu benang kenur, benang gelasan, dan benang narling. Benang kenur terbuat dari bahan plastik. Benang gelasan sama-sama terbuat dari plastik tapi ada lapisan yang membuatnya menjadi lebih kuat. Nah benang narling ini nih yang paling kuat, benangnya agak-agak tajam kalo sampe kena kulit kadang bisa lecet.  Tingkat kasta seorang anak kecil bisa dilihat dari benang yang dipakai. Semakin kuat benang yang digunakan, maka anak tersebut akan lebih dihargai (hahhaha, pengalaman banget nih)

5. Permainan Karet


Permainan karet ini membutuhkan bantuan karet gelang yang dirancang khusus sedemikian rupa sehingga membentuk tali yang panjang. Cara permainannya biasanya kita melompati karet tersebut dari kaki bagian bawah hingga kepalan tangan yang diangkat ke atas. Ada beberapa level yang harus dilalui dalam permainan karet ini. Pertama kita akan melompati bagian yang paling dasar, yaitu ipis (karet disejajarkan dengan alat pipis), yang dilanjutkan dengan dada, kuping, kepala, sejengkal (sejengkal di atas kepala), dan merdeka (kepalan tangan yang diangkat ke atas sehingga seperti orang yang berteriak "merdeka!!"). Setelah semua level terlewati, kita harus menyelesaikan permainan dengan melompati karet yang tingginya se-pinggang tanpa harus menyentuh si karet.



Jumat, 14 Juni 2013

Matematika dalam Batik

Matematika? begitu denger namanya aja mungkin sebagian orang akan merasa pusing mendengarnya atau bahkan akan berkata "apa sih itu? pelajaran susah tau!" Tapi kata matematika buat gw adalah salah satu momen terindah dalam menjalani satu tahap kehidupan sebagai mahasiswa. Oke, balik lagi ke judulnya. Matematika dalam Batik? Kok bisa ya? Dari rumus yang begitu banyak bisa jadi suatu karya seni yang indah? yap! jawabannya bisa! Pasti bisa! Luar biasa! (maaf kebawa yel-yel).

Kata "fraktal" sendiri memiliki makna yaitu fragmen yang tidak teratur. Namun apabila dilihat lebih rinci lagi, maka fragmen-fragmen tersebut memiliki pola yang seragam, sehingga membentuk sebuah lukisan indah berupa batik. Secara umum fraktal bentuknya tidak teratur (tidak halus), merupakan bentuk yang tidak berdasarkan linearitas, jadi bukan termasuk benda yang terdefinisikan oleh geometri tradisional. Fraktal memiliki detil yang tak hingga dan dapat memiliki struktur serupa diri pada tingkat perbesaran yang berbeda. Pada banyak kasus, sebuah fraktal bisa dihasilkan dengan cara mengulang suatu pola, biasanya dalam proses rekursif atau iteratif.. 


Oke deh langsung liat aja beberapa contoh dari indahnya Geometri Fraktal :








Sabtu, 08 Juni 2013

Road To Banker (Part 5)

Setelah kejadian memalukan saat medical check up itu, gw cuma berharap semoga hasilnya menyatakan gw bisa lolos untuk menjadi salah satu peserta pendidikan di PPS BRI. Waktu terus berlalu, mungkin sekitar 1 minggu kemudian gw di hubungi kembali oleh nomor yang tidak dikenal. Saat diangkat, ternyata yang menelepon adalah seorang wanita dan dia bilang "mas, mulai besok sudah bisa check in ya" hah! baru aja kenal udah suruh gw untuk check in? hahaha. Itu adalah tanda yang menyatakan gw lulus untuk ikut pendidikan PPS dan mulai saat itu sudah disediakan penginapan selama menjalani pendidikan.

Setelah dinyatakan lulus, bergegas lah gw untuk mempersiapkan segala bentuk peralatan yang dibutuhkan yang telah disebutkan si mbak2 itu sebelumnya. Langsung aja gw cuss mencari beberapa kemeja putih, celana hitam panjang, dan dasi. Ditemani papa, akhirnya gw memborong lah itu kebutuhan primer pendidikan.

Mungkin saat itu pada tanggal 11 Agustus 2011, gw harus udah check in di Pusdiklat BRI Ragunan. Gak begitu jauh sih dari rumah. Sesampainya di sana, gw sudah melihat banyak orang yang gak gw kenal berkumpul di lobby asrama. Dengan sambil membawa barang-barang yang cukup banyak, karena gw mengira akan dikarantina di asrama selama 1 bulan penuh, akhirnya gw pun berkenalan dengan orang-orang baru itu. So far so good sih, mereka cukup supel untuk berkenalan.

Saat melakukan check in, gw ditempatkan di kamar yang ada di lantai paling atas (lantai 6). Saat itu room mate belum ada, dan iseng-iseng lah gw foto-foto. Sebelumnya, gw sempet berpikiran kalo asrama yang akan gw tinggalin itu seperti baraknya tentara. Ternyata eh ternyata, isinya kayak hotel bintang tiga. Wuaahh, dugaan gw selama ini salah.

Lanjut, pada malam harinya kita semua berkumpul di resto untuk makan malam. Nah saat itu berkumpul lah anak-anak PPS baru yang sama-sama akan menjalani masa pendidikan perbankan ini. Berkenalan lah kita semua. Ada yang sebelumnya udah kenal, ada juga yang baru kenalan. Ternyata mereka semua berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ada yang dari Jakarta, Bandung, Bali, Solo, Jogja, Lampung, Padang, Makasar, dll.

12 Agustus 2011, mungkin ini adalah salah satu moment yang tidak akan dilupakan oleh kami semua peserta PPS yang saat itu akan melakukan penandatanganan perjanjian kerja. Ya! itu adalah masa dimana mungkin ada sebagian yang menganggap itu adalah sebuah penyesalan, tapi ada juga yang menganggap itu adalah awal dimulainya karir di perusahaan perbankan ini. Kami semua diberikan 2 rangkap surat perjanjian yang isinya menyatakan bahwa :
1. Kita siap menjalani masa pendidikan selama 11 bulan dan setelah dinyatakan lulus bersedia menjalani ikatan dinas selama 5 tahun sejak ditempatkan di unit kerja
2. Siap ditempatkan di seluruh unit kerja yang ada di seluruh Indonesia
3. Bila melanggar perjanjian kerja ini, dikenakan denda sebesar Rp 150.000.000,-
Wah, agak berat sih sebenarnya untuk menandatangani perjanjian itu. Tapi, setelah dipikir-pikir, dari sekian ribu orang yang mendaftar, gw termasuk 100 orang terpilih yang berhak menikmati pendidikan dan bisa berkarir di perusahaan besar ini. Dengan mengucap bismillahirohmanirrohim dan meminta doa dari mama, akhirnya gw tanda tangani lah surat perjanjian itu. Semoga ini adalah jalan gw untuk bisa membahagiakan kedua orang tua. Amin.